Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label antariksa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label antariksa. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Februari 2011

Masihkan Anda Sombong Setelah Melihat Gambar Ini ? (Perbandingan Kalian dan Antares)

Yaah, saya hanya ingin menunjukkan betapa kecilnya kita dengan planet-planet diantariksa ini. Kita aja kecil dengan planet-planet ciptaan Tuhan, apalagi dimata Tuhan? Subhanalah....

Dapet beberapa gambar mengenai perbandingan ukuran bumi, diantara beberapa bagian di jagat raya ini..



Gambar tersebut menunjukan besar bumi dibandingkan dengan planet2 yang ukurannya lebih kecil, yaitu : Venus, Mars, Mercury, dan Pluto

Lanjut..



Ini bumi dibandingkan dengan planet2 yang lebih besar.. Ada Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

dan...



Matahari.. lihatlah ukuran bumi...



Disini matahari saja terlihat kecil, apalagi bumi..




Dan disini matahari sudah tak terlihat, bagaimana dengan bumi..?

Dengan perbandingan diatas tadi,
setidaknya kita menjadi sadar betapa kecilnya bumi dan apalagi kita sebagai penghuninya.
jagat raya yang sangat besar dalam skala ini bumi kita tidak kelihatan lagi
di sini matahari hanya sebesar debu.
Antares adalah bintang ke-15 yang paling terang di angkasa di antares sebenernya masih banyak yang lebih besar lagi, tapi belum ada bukti dan bahkan satelit huble tercanggihpun belum bisa memotretnya

Saya sempet berpikir juga... Siapakah kita...?
Layakkah kita sombong dihadapan ALLAH ?
Apakah tujuan hidup kita...
Apa yg membuat hidup kita, manusia, berharga ?
bumi aja yang menurut kalian besar cuma titik, gimana kalian yang sangat kecil ??? so.. klo udah jadi orang besar jangan sombong yaah gan.

 sumber;
http://www.vanmovic.co.cc/2011/01/masihkan-anda-sombong-setelah-melihat.html

Selasa, 25 Januari 2011

Jejak "UFO Berbah" Jadi Wisata Dadakan

Jejak "UFO Berbah" Jadi Wisata Dadakan



Selasa, 25 Januari 2011 11:35 WIB

Sebuah pola terbentuk sangat rapi menyerupai jejak UFO di tengah sawah di Desa Rejosari, Jogotirto, Berbah, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Senin (24/1). Menurut keterangan seorang warga setempat pada Sabtu (22/1) malam, terdenger suara gemuruh seperti Helikopter mendarat selama sekitar 30 menit, di tempat ditemukannya pola tersebut. (FOTO ANTARA/Regina Safri )

Foto-foto ini sangat laris bahkan ada satu warga yang mencetak 300 lembar langsung habis hanya dalam satu jam saja

Berita Terkait

* Peneliti: Masalah UFO Sudah Selesai Sejak Era 1970-an
* Pengunjung Jejak UFO Tewas Terjatuh dari Bukit
* Gerak Senyap "Crop Circle"
* Crop Circle Juga Ditemukan di Bantul
* LAPAN : Crop Circle di Berbah Buatan Manusia
* Penampakan UFO di Indonesia

Sleman (ANTARA News) - Temuan "crop circle" di areal persawahan Dusun Rejosari dan Dusun Jogomangsan, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman menjadi objek wisata dadakan yang langsung dikunjungi ribuan masyarakat yang ingin menyaksikan fenomena tersebut.

Sejak Selasa pagi masyarakat dari berbagai daerah di Sleman, Yogyakarta dan sekitarnya mulai memadati lokasi penemuan ini, bahkan tidak sedikit masyarakat yang rela mendaki bukit Suruh di sisi utara lokasi untuk dapat menyaksikan fenomena yang dikaitkan dengan jejak UFO tersebut.

"Banyak pengunjung yang bersedia mendaki bukit yang licin, untuk itu beberapa warga berinisiatif untuk membantu agar para pengunjung tidak terpeleset dan jatuh," kata warga setempat Joko.

Menurut dia, banyaknya pengunjung kemudian dimanfaatkan penduduk untuk menambah pemasukan kas desa dengan membuat jasa parkir serta menjual foto "jejak UFO".

"Foto-foto ini sangat laris bahkan ada satu warga yang mencetak 300 lembar langsung habis hanya dalam satu jam saja," katanya.

Ia mengatakan, untuk dana perolehan parkir selain digunakan untuk kas desa juga dibagi dengan pemilik sawah untuk menutup kerugian.

"Pemilik sawah ini ada enam orang dan mereka ini kemungkinan akan mengalami kerugian karena sawahnya rusak," katanya.

Ia mengatakan, untuk tanda-tanda sebelumnya, sejumlah warga mengaku tidak mendengar ada sesuatu yang mencurigakan.

"Sejumlah warga masih begadang di pinggir jalan sini hingga pukul 01.00 dinihari. Jadi kalau ada suara bising, pasti kami juga mendengar," katanya.
(*)

Pengunjung Jejak UFO Tewas Terjatuh dari Bukit




Sleman (ANTARA News) - Edo, mahasiswa angkatan 2006 Universitas Proklamasi Yogyakarta, Selasa sekitar pukul 13.30 WIB tewas terjatuh dari bukit Suru setelah bermaksud menyaksikan fenomena "crop circle" di Dusun Rejosari, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman.

Korban tewas dengan luka di kepala akibat terbentur batu yang ada di bawah bukit setinggi sekitar 200 meter dari permukaan tanah.

"Sebelumnya saya bersama korban dan satu teman lagi bermaksud untuk menyaksikan fenomena `crop circle` yang diduga merupakan jejak UFO, agar lebih jelas kami kemudian naik ke atas bukit Suru yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi," kata Enuwari teman kuliah korban.

Menurut dia, saat sampai di atas bukit tiba-tiba turun hujan deras disertai dengan petir sehingga korban kemugkinan kaget mendengar suara petir dan langsung jatuh di sisi barat bukit.

"Saat ada petir saya juga merasakan kaki seperti kena strum atau kesemutan, kemungkinan korban juga merasakan sehingga kaget dan terjatuh dari atas bukit," katanya.

Ia mengatakan, dirinya bersama dengan korban memang tidak segera turun setelah ada peringatan dari petugas bahwa yang berada di atas bukit harus turun karena hujan dan lokasi sangat licin.

"Saat ada peringatan tersebut saya dan korban sudah hampir sampai puncak bukit, sehingga kami memutuskan untuk meneruskan hingga puncak bukit karena sangat naggung jika harus turun kembali," katanya.

Menurut dia, dirinya tidak tahu persis apakah korban ini terpeleset atau terkena petir, karena memang saat ini petir berkali-kali terjadi.

"Saya tidak tahu persis apakah korban terkena petir atau tidak, namun yang jelas saat itu berkali-kali petir menggelegar di sekitar bukit," katanya.

Sampai saat ini mayat korban masih berada di lokasi dan menunggu evakuasi dari Tim SAR atau PMI Kabupaten Sleman.
(*)

Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © 2011

Peneliti: Masalah UFO Sudah Selesai Sejak Era 1970-an

Selasa, 25 Januari 2011 | 17:37 WIB

foto



Fenomena Crop Circle muncul di persawahan di dusun Krasakan, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (23/1). Menurut komunitas penggiat UFO UFONESIA, Crop Circle adalah sebuah pola geometris yang dibentuk oleh pesawat luar angkasa dan dilakukan tanpa mendaratkannya. Foto: Natsir Kanthil

TEMPO Interaktif, Bandung - Perdebatan soal ada tidaknya makhluk luar angkasa dan pesawatnya di kalangan astronom dunia telah selesai sejak 1970-an. Artinya, sejak saat itu, para astronom telah tutup buku soal perdebatan ada tidaknya makhluk luar angkasa dan pesawatnya itu. "Masyarakat ilmiah sudah tuntas membahasnya," kata Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika LAPAN Thomas Djamaluddin saat dihubungi Tempo, Selasa (25/1).

Menurut Djamaluddin, astronom dunia dan lembaga astronomi seperti NASA sepakat, dugaan adanya alien, unidentified flying object (UFO), dan crop circle disebut sebagai pseudosains alias pengetahuan semu.

Karenanya, kata Djamaluddin, di lembaga astronomi, saat ini tak ada lagi kajian tentang makhluk luar angkasa itu. "Karena dugaan itu sulit dibuktikan secara ilmiah," ujar peneliti senior astronomi itu.

Sebuah peristiwa mengejutkan terjadi di Sleman, Yogyakarta akhir pekan lalu. Warga Sleman menemukan adanya crop circle di persawahan. Diyakini, crop circle itu sebagai jejak UFO.

Belum selesai perhatian orang akan crop circle di Sleman, warga Bantul juga menemukan jejak serupa, hari ini.

Meski begitu, Djamaluddin mengakui masih ada astronom di luar negeri yang percaya soal alien. Tapi, ujar Djamaluddin, itu atas nama pribadi bukan institusi. Percaya kepada alien dan UFO, kata dia, sama seperti orang yang percaya pada paranormal.

Adapun soal dua orang utusan LAPAN yang dikirim ke lokasi crop circle di Sleman hari ini, dinilainya bukan untuk meneliti, melainkan hanya meninjau lokasi langsung. "Kalau penelitian, apa yang mau diteliti," katanya.

Menurut Djamaluddin, UFO bukan kompetensi LAPAN karena UFO diyakini tidak ada.

ANWAR SISWADI

Jumat, 07 Januari 2011

Badai Matahari - Nibiru 2053 - Kiamat sudah dekat, benarkah…?

Efek Badai Matahari
http://musadiqmarhaban.files.wordpress.com/2008/03/112093main_extinctfinal_lgweb.jpg 

Selain itu, rupanya para peneliti dari beberapa negara memprediksikan akan munculnya suatu fenomena yaitu Badai Matahari. Fenomena ini diperkirakan akan muncul pada sekitar tahun 2011-2012, berdasarkan pemantauan pusat pemantau cuaca antariksa di beberapa negara sejak tahun 1960-an dan di Indonesia oleh Lapan sejak tahun 1975.

http://yogapw.files.wordpress.com/2009/04/badai-matahari11.jpg

Sri Kaloka, Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lapan menjelaskan, badai Matahari terjadi ketika muncul flare dan Coronal Mass Ejection (CME). Flare adalah ledakan besar di atmosfer Matahari yang dayanya setara dengan 66 juta kali ledakan bom atom Hiroshima. Adapun CME merupakan ledakan sangat besar yang menyebabkan lontaran partikel berkecepatan 400 kilometer per detik.

Gangguan cuaca Matahari ini dapat memengaruhi kondisi muatan antariksa hingga memengaruhi magnet Bumi, selanjutnya berdampak pada sistem kelistrikan, transportasi yang mengandalkan satelit navigasi global positioning system (GPS) dan sistem komunikasi yang menggunakan satelit komunikasi dan gelombang frekuensi tinggi (HF), serta dapat membahayakan kehidupan atau kesehatan manusia.

Para ahli masih berbeda pendapat mengenai pengaruh dari badai matahari ini, apakah memberi dampak kehancuran yang kuat atau tidak.

Tabrakan antara Bumi dengan planet Nibiru


Pernah dengar, bahwa salahsatu tanda kiamat akan datang adalah terbitnya matahari dari barat ?
Nah, rupanya para ahli di NASA mengatakan bahwa sudah banyak planet yang berbalik arah putarnya, salahsatunya adalah planet X ( Nibiru ). Planet ini ( menurut para ahli ) ditarik oleh gaya gravitasi Matahari yang kuat dan akan memasuki sususan orbit planet.

The image “https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhxE6W1HKOoSKnqVt-8UrchOdEm5TyLnkdcSdVAUxguYqVYT-TOZwzwRt1mOxTTuajqjD4Sd6Bi2tM_S0rTK4JlQrf4iZviCsg7hyXfOf4-EyG-4oqj8gzCR1CTj9EtBYrr3kIMIJ8b1qcn/s320/terjadinya+kiamat.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.

http://budi.akmi-baturaja.ac.id/wp-content/uploads/2008/05/image0012.jpg

Dimana diperkirakan, 50 tahun sejak ditemukan – planet X akan melalui lintasan orbit yang sama dengan Bumi- dengan kata lain Bumi akan bertabrakan dengan planet Nibiru pada tahun 2053 ( planet X ditemukan pada tahun 2003 lalu ).
Planet X itu adalah planet humongous (tak terkira besarnya) yang memiliki massa seratus kali lipat lebih besar daripada bumi.

Dapat dibayangkan jika planet X yang memiliki masa 100 kali Bumi dan juga gaya gravitasi yang besar akan bertabrakan dengan bumi….

Baca lebih jelas planet X …disini

lanjut ke  ....Kiamat sudah dekat, benarkah…?  (4).

Badai Antariksa Tahun 2012 Vs Kiamat




 Isu yang belakangan ini memang selalu membuat kita bergidik, rasanya kehidupan di bumi ini sudah semakin singkat, faktor yang menyebabkannya adalah dari perkiraan tekhnologi modern yang sudah sangat akurat ditambah dengan perkiraan manusia yang katanya bisa memprediksi kapan terjadinya hari yang mengenaskan tersebut.
Walaupun sebegitu akuratnya data yang diterima baik itu di buktikan dengan perangkat modern atau kepercayaan sekelompok orang, satu hal yang saya katakan disini adalah data yang terakurat ada pada sang pencipta yang tahu kapan dan waktunya DIA berbuat sesuatu.
Salah satu yang memberikan data yang akurat tersebut adalah suku Maya yang disebut mempunyai ilmu Falak dan Sistem Penanggalan Yang Akurat dan disebutkan bahwa akan muncul gelombang galaksi yang besar sehingga menimbulkan terhentinya semua aktivitas di bumi. Seperti yang di beritakan bahwa akan ada badai yang disebut Badai Antariksa dan berbagai dampaknya kepada bumi.
Akibat dari Gelombang Galaksi tersebut adalah :
Pertama : Terjadi ledakan di permukaan atmosfer Matahari yang menimbulkan badai Antariksa
Kedua : Miliaran ton gas superpanas berisi partikel dilontarkan ke luar angkasa
Ketiga : Sebaran partikel ini dapat menyebabkan gangguan navigasi/magnet pada bumi
Keempat : Gangguan pada sistem Satelit, Sistem Pembangkit Listrik dan gangguan pada Frekuensi Radio.
Saat ini, setelah berita ini di munculkan, para ahli dibidang sains, kedirgantaraan, penerbangan maupun  ahli antariksa, membuat suatu antisipasi dengan cara membangun sistem pemantau cuaca, yakni pantauan meliputi lapisan ionosfer, geomagnetik dan gelombang radio.
Namun apapun yang terjadi pada masa yang akan datang, niscaya Maha Pencipta sudah terlebih dahulu memberikan peringatan dan himbauan kepada manusia dan masih sangat segar bila di ingat tahun 2000 lalu dimana dikabarkan bahwa sistem komputer dan lainnya akan kembali ke angka Nol jika masuk ke tahun 2000 tersebut, buktinya pada masa itu tidak terjadi sesuatu yang berarti.Semuanya yang terjadi pada masa ini dan pada masa yang akan datang adalah sesuatu rencana namun jikalau sang Pencipta belum mau melakukannya, pasti akan tidak terjadi sesuatu.

Lebih lanjut tentang: Badai Antariksa Tahun 2012 Vs Kiamat 


Entri Populer